Rabu, 04 Januari 2017

Daftar Nama Universitas di Arab Saudi beserta link-nya

Saudi Arabia memiliki beberapa universitas unggulan baik dalam bidang Agama (Islam) maupun selain bidang Agama. Sebagai pusat dari Agama Islam, tentu saja kampus/universitas bidang Agama adalah yang paling bagus yang ada di dunia, yang diantaranya diajar oleh ulama-ulama terbaik di masanya.

Biaya kuliah di universitas (negri) di Arab Saudi adalah gratis. Saat penulis belajar di sana, pada umumnya mahasiswa/i akan memperoleh beasiswa bulanan 900 SAR (Saudi Arabian Riyal), beasiswa diberikan kepada seluruh mahasiswa/i, tanpa memandang latar belakang, apaka mereka berprestasi atau tidak, dari keluarga kaya ataupun miskin, selama mereka terdaftar sebagai mahasiswa univeristas negri tersebut, mereka akanmemperoleh biasiswa bulanan.

Pada beberapa kampus juga terdapat Asrama mahasiswa, baik untuk single ataupun keluarga, asrama ini gratis. Pada beberapa kampus yang menyediakan asrama keluarga, mahasiswa bisa membawa keluarga (anak-istri). tetapi pada umumnya kuota asrama ini terbatas, kalau kita beruntung, kita bisa mendapatkannya. tetapi siap-siap saja tinggal di luar asrama, kalau asrama tersebut penuh.

Berikut ini daftar beberapa universitas di Arab Saudi beserta link-nya:

  1. Universitas al-Malik AbdulAziz: www.kau.edu.sa
  2. Universitas al-Malik Abdullah (Sains dan Teknologi): www.kaust.edu.sa
  3. Universitas al-Malik Fahd (Perminyakan dan Mineral): www.kfupm.edu.sa
  4. Universitas al-Malik Faishal: www.kfu.sa
  5. Universitas al-Malik Saud: www.ksu.edu.sa
  6. Universitas al-Qashim: www.qu.edu.sa
  7. Universitas Islam Madinah: www.iu.edu.sa
  8. Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud: www.imamu.edu.sa
  9. Universitas Thaibah: www.taibahu.edu.sa
  10. Universitas Ummul Qura: www.uqu.edu.sa
  11. Universitas Al-Malik Khalid: www.portal.kku.edu.sa
  12. Universitas At-Thaif : www.tu.edu.sa
  13. Universitas Al-Hail : www.uoh.edu.sa
  14. Universitas Jazan : www.jazanu.edu.sa
  15. Universitas Al-Jauf : www.ju.edu.sa
  16. Universitas Al-Baha : www.portal.bu.edu.sa
  17. Universitas Tabuk : www.ut.edu.sa
  18. Universitas Nejran : www.nu.edu.sa
  19. Universitas Al-Hudud As-Syamaliah : www.nbu.sa
  20. Universitas Al-Amirah Naurah bin Abdurrahman : www.pnu.edu.sa
  21. Universitas Adammam : www.ud.edu.sa
  22. Universitas Salman bin Abdul Aziz : www.ku.edu.sa
  23. Universitas Syaqra : www.su.edu.sa
  24. Universitas Al-Mujamma’ah : www.mu.edu.sa

Selasa, 03 Januari 2017

Kuliah dan Beasiswa Universitas di Arab Saudi (Jeddah, Mekah, Medinah, Riyadh, Dhahran)

Secara umum, kampus-kampus yang kami tulis dibawah ini menerima mahasiswa (laki-laki). Sedangkan untuk mahasiswi (perempuan) ada persyaratan mahram kecuali KAUST. Oleh karena itu, informasi di bawah ini masih khusus untuk mahasiswa.

Beberapa kampus di KSA sudah memberlakukan pendaftaran online (seperti yang akan kami jelaskan dibawah), namun ada juga kampus yang masih menerima pendaftaran melalui email atau surat menyurat (murosalah-red). Jadi ketika Anda membuka link dari kami dan tidak menemukan adanya form pendaftaran online, maka kampus tersebut belum melakukan kebijakan tersebut. Yang bisa Anda lakukan adalah langsung menanyakan ke kontak person (bagian admission) bagian kampus tersebut mengenai prosedur pendaftaran di sana. Dengan melakukan ini, siapa tahu Anda bisa menjadi pembuka jalan bagi rekan2 di Indonesia lain yang ingin melanjutkan kuliah di KSA. Dan jika Anda menjadi yang beruntung itu, kami harap Anda juga berkenan untuk berbagi pengalaman Anda dengan kami.

Bidang studi di kampus-kampus KSA kami "bagi" jadi 2 yaitu agama dan umum. Nah informasi mengenai dokumen2 yang berbahasa inggris berarti itu tambahan dan hanya untuk yang akan mendaftar di jurusan umum, sedangkan yang jurusan agama, info tersebut bisa diabaikan.
so, ini aja deh pembukanya..langsung saja ya daripada kelamaan, berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan para pendaftar:

UNIVERSITAS
T: Universitas mana saja yang memungkinkan untuk mendapatkan beasiswa?
J:
S1:
Universitas Islam Madinah (UIM) di Madinah --> http://www.iu.edu.sa/
Ummul Quro (UQU) di Mekah --> http://uqu.edu.sa/
King Saud University (KSU) di Riyadh --> http://ksu.edu.sa/
*untuk S1 menggunakan bahasa arab, sehingga sebelum mulai S1-nya, harus mulai dengan mahad lughoh.

Master dan PhD:
King Saud University (KSU) di Riyadh --> http://ksu.edu.sa/
King Abdullah University Science and Technology (KAUST) di Thuwal --> - http://www.kaust.edu.sa/
King Fahd University Petroleum and Minerals (KFUPM) di Dhahran --> http://www.kfupm.edu.sa/
King Abdulaziz University (KAU) di Jeddah --> http://www.kau.edu.sa/
Qassim University (QU) --> http://www.qu.edu.sa/

Untuk keterangan lebih lengkap bisa dibaca di:
https://www.facebook.com/notes/136693226387915/General%20FAQ/429037077153527/

Sabtu, 24 Desember 2016

Beda 4 Jam: Perbedaan Waktu Indonesia dan Arab Saudi

Jakarta - Indonesia (WIB) memiliki perbedaan waktu 4 jam dengan Arab Saudi, Jika di Jakarta Jam 09:00 WIB maka di Jedah (Arab Saudi) jam 05:00


Indonesia memiliki 3 zona waktu: 
  1. Waktu Indonesia Barat (WIB) :  pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah
  2. Waktu Indonesia Tengah (WITA):  Sulawesi, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur 
  3. Waktu Indonesia Timur (WIT): Maluku, Papua



Arab Saudi hanya memiliki satu zona waktu, tidak ada perbedaan waktu antara kota-kota di Arab Saudi, seperti:
  • Mekah
  • Medinah
  • Jedah
  • Riyadh
  • Tabuk
  • Dammam

Waktu Buka Puasa di Arab Saudi

Masalah perbedaan waktu kadang menjadi hal yang unik, terutama bagi anda yang bepuasa kemudian naik pesawat dari Indonesia ke Arab Saudi. Misalnya saja anda berangkat dari Jakarta di pagi hari jam 08:00 WIB, kemudian anda menempuh perjalanan menggunakan pesawat, selama 10 jam, saat sampai di Jeddah, waktu setempat (Jeddah) masih menunjukkan pukul 14:00, padahal di Indonesia Bagian Barat (WIB) sudah jam 18:00 (maghrib).

kita jadi bimbang apakah harus menunggu 4 jam lagi, menunggu waktu maghrib di Arab Saudi?

Ada berbagai pendapat tentang hal ini, diantaranya ada 2 pendapat yang biasanya dipakai:
  1. Pendapat pertama kita tetap menggunakan patokan waktu dimana kita melaksanakan sahur, apabila kita sahur di Jakarta (WIB) maka saat buka puasa juga menggunakan patokan waktu maghrib di Jakarta, walapun di Arab Saudi masih waktu dhuhur.
  2. pendapat kedua kita menggunakan waktu dimana saat itu kita berada, bila kita berada di Mekah maka patokan waktu maghrib di kota Mekah yang kita gunakan sebagai patokan waktu buka puasa.

Terus bagaimana cara menentukan waktu buka puasa kalau kita berada di dalam pesawat??
waktu puasa adalah waktu maghrib, bisa dilihat pada pembahasan di bawah ini tentang waktu sholat yang juga termasuk waktu maghrib:

Waktu Sholat di Pesawat

Hal yang sama bila kita bepergian mengunakan pesawat ke negara lain, baik ke arah timur maupun ke arah barat, seringnya saya mengunakan patokan waktu setempat dimana pesawat kita berada, bagaimana caranya??
  1. Sholat di pesawat biasanya saya lakukan sambil duduk, dengan arah kiblat mengikuti arah pesawat, berbeda halnya apabila di pesawat disediakan Musholla, seperti misalnya pesawat Saudi Airline kita bisa sholat benar-benar menghadap kiblat.
  2. Shoat di Jamak Qosor, karena sebagai musyafir maka saya memilih sholat di jamak
  3. Waktu sholat, karena sholat yang saya lakukan adalah Jamak Qosor, maka waktu sholat yang perlu kita ketahui adalah waktu sholat subuh, dhuhur+Ashar, Maghrib+Isya, cara mengetahuinya? ...Patokan yang saya gunakan adalah day light map (Peta siang malam Bumi) yang biasanya bisa kita tampilkan di layar monitor yang disediakan untuk Informasi dan hiburan (film, musik dkk). pada day light map (peta siang dan malam):
  • Subuh:  apabila pesawat kita masih di area gelap (malam) tetapi mendekati siang (terang), berarti pesawat berada di waktu subuh
  • Dhuhur + Ashar : Apabila pesawat kita sudah melewati tengah hari (tengah-tengah waktu siang) maka kita berada di waktu waktu dhuhur,
  • Maghrib + Isya: Apabila peswat kita sudah masuk zona hitam (malam) maka bisa disimpulkan pesawat sudah melewati waktu Maghib dan kemudian Isya

Untuk waktu sholat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya penentuan waktu tidak begitu sulit
tetapi untuk subuh memang lebih sulit dan agak menghawatirkan.

Selasa, 29 September 2015

Dilema Kuota Haji

(10 negara dengan kuota terbesar - 2015)

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ada dilema dalam menentukan besarnya kuota dalam penyelenggaraan ibadah haji:
  1. kuota kecil, lebih aman, tetapi antrian panjang
  2. kuota besar, tanpa antrian atau antrian pendek, tetapi menimbulkan resiko yang lebih besar
Sebagai reaksi atas berbagai insiden haji: 
telah dilakukan berbagai peningkatan fasilitas:
  1. Perluasan Masjidil Haram: https://youtu.be/8L0PXtZRyMg
  2. Peluasan tempat lempar jumrah: https://youtu.be/JdqetzeICdI   dan https://en.m.wikipedia.org/wiki/Jamaraat_Bridge
  3. Pembangunan jalur kereta dari Arafah ke Mina: https://www.youtube.com/watch?v=lHIShgQ4SUA
tetapi tetap saja bahwa fasilitas besar yang sudah dibangun tersebut memiliki keterbatasan, sehingga diambil kuota yang tidak terlalu kecil dan juga tidak terlampau besar, menyesuaikan daya tampung dari tempat (fasilitas) tersebut. Kuota tersebut masih dianggap aman, tetapi belakangan muncul juga insiden mina, insiden ini diakibatkan oleh penumpukan jamaah di suatu titik (tempat). Inisiden ini bukan diakibatkan oleh fasilitas/tempat yang tidak mencukupi tetapi karena kedisiplinan para jamaah, untuk datang/melewati tempat tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, bukan menjadi rahasia bila sebagian dari kita bukan orang-orang  yang tertib dalam hal mengantri.


Arrangement and facilities: arrangements each year for the growing number of pilgrims poses a logistic challenge for the government of Saudi Arabia who has, since the 1950s, spent more than $100 billion to increase pilgrimage facilities. Major issues like housing, transportation, sanitation, and health care have been addressed and improved greatly by the government by introducing various development programs, with the result that pilgrims now enjoy modern facilities and perform various rites at ease. The Saudi government often sets quota for various countries to keep the pilgrims' number at a manageable level, and arranges huge security forces and CCTV cameras to maintain overall safety during Hajj.

kutipan dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Incidents_during_the_Hajj :
Critics say that the Saudi government should have done more to prevent such tragedies. The Saudi government insists that any such mass gatherings are inherently dangerous and difficult to handle, and that they have taken a number of steps to prevent the problems.

One of the biggest steps, which is also controversial, is a new system of registrations, passports, and travel visas to control the flow of pilgrims. This system is designed to encourage and accommodate first-time visitors to Mecca, while restricting repeat visits. Pilgrims who have the means and desire to perform the Hajj several times have protested what they see as discrimination, but the Hajj Commission has stated that they see no alternative if further tragedies are to be prevented.

Following the 2004 stampede, Saudi authorities embarked on major construction work in and around the Jamarat Bridge area. Additional accessways, footbridges, and emergency exits were built, and the three cylindrical pillars were replaced with concrete walls to enable more pilgrims simultaneous access to them without the jostling and fighting for position of recent years. The government has also announced a multi-million-dollar project to expand the bridge to five levels; the project is planned for completion in time for the 1427 AH (Dec. 2006 – Jan. 2007) Hajj. Following the 2006 incident, the Jamaraat Bridge and the pillars representing Satan were demolished and reconstructed. A wider, multi-level bridge was built, and massive columns replaced the pillars themselves. Now, each level of the bridge allows easier and safer access to the columns representing Satan. In addition, the stoning ceremony must be carried out according to pre-determined schedules to prevent over-crowding and the attendant risks. The Jamarat basin has been expanded from its current circular shape into an oval to allow better access to the pillars. The new arrangements provide for separate access and departure routes. However, a security breakdown is mentioned as cause for the 2015 stampede. A group of pilgrims who had cast their own stones and were returning to their camp, instead of taking the route designated for returning pilgrims, they stubbornly took the route meant for those who were coming and crossed the other group of pilgrims heading straight to the jamaraat

Catatan:

  1. kuota yang diberikan sekarang untuk Indonesia ini sering dianggap kurang besar, hal ini dapat dilihat dari adanya antrian di beberapa daerah yang mencapai hingga belasan tahun.
  2. Kuotanya adalah 700.000 jamaah lokal dan 1,3 juta dari negara lain, pemerintah Saudi biasanya menetapkan kuota 1000 orang untuk setiap juta Muslim per negara
  3. Untuk pengaturan penonton puluhan ribu orang di stadion sepak bola saja kadang sulit, apalagi mengatur jutaan orang (jemaah haji)
  4. Kalau jaman dulu jamaah melakukan perjalanan beresiko tinggi : 
    - naik kapal berbulan-bulan, kalau dari Indonesia harus melewati samudera hindia.

    - pejalanan di tengah gurun pasir yg bersuhu ekstrem, dulu baget bahkan naik onta, 

    benar-benar perjuangan dengan pengorbanan harta dan mungkin jiwa. 

    kalo jaman sekarang perjuangannya terletak pada padatnya jamah (desak-desakan) yang juga kadang menimbulkan korban, p
    adahal sudah dibatasi kutotanya.
  5. Haji yg sunnah (ke-2 dst) sebaiknya berfikir ulang.
  6. Tidak menjadi masalah bagi yg meninggal urusan dunianya sudah selesai, in syaa Allah mereka bahagia di alam kubur. Masalah muncul bagi yang ditinggalkan, semoga mereka tabah dan ikhlas
  7. Beberapa lokasi penting:
    - Masjidil Haram: https://goo.gl/maps/jh3djHB5oa32
    - Tempat lempar jumroh: http://maps.google.com/?cid=17633320769265602877&hl=en&gl=gb
    Arafah: https://goo.gl/maps/4oy72nN4jFo
    - Masjid Nabawi: https://goo.gl/maps/VfTMGkVptiy

Sabtu, 02 November 2013

Haji dan Umroh

Secara Geografis tentu lebih dekat jarak Mekah dan Madinah dari kota-kota di Saudi dibanding dari Indonesia.

Jika dari Jeddah untuk berangkat ke Mekah dengan angkutan umum, kita bisa naik taksi langsung dari Jeddah, biasanya biayanya berkisar 80 Riyal untuk sekali jalan.

Namun bila ingin lebih murah kita bisa pergi dulu (naik taksi)  ke 2 tempat berikut:

1.Bab Mekah


2.Kilo Asro (kilometer sepuluh)

dua tempat tersebut masih terletak di kota Jeddah, tempat tersebut merupakan terminal bayangan, yang berisi mobil-mobil pribadi yang akan mengangkut penumpang (kalau di tempat kita disebut angkot plat hitam) ke Mekah dengan tarif berkisar 10 s.d 20 Riyal/orang pada hari-hari biasa, dan melonjak menjadi 40 s.d 70 Riyal pada hari hari khusus, misalnya pada musim Haji dan Idul Fitri.

Untuk berangkat dari Jeddah ke Madinah menggunakan angkutan umum (Bus) anda bisa berangkat dari Terminal Bus SAPTCO yang terletah di Al Balad  Jeddah dengan ongkos 54 Riyal untuk sekali jalan.
Bila kita berangkat Umroh dari Indonesia, biaya yang diperlukan berkisar belasan juta Rupiah dan bila untuk Haji berkisar tiga puluh lima juta Rupiah.

Bila kita berangkat dari Jeddah untuk Umroh ongkos PP (pulang-pergi) biaya yang diperlukan relatif kecil, dengan angkutan umum ongkos yang diperlukan adalah 40 s.d 80 Riyal, atau sekitar 120 s.d 240 ribu Rupiah (kurs Rp 3000/Riyal), tapi ingat itu hanya di hari-hari biasa.

Terdapat beberapa metode untuk berangkat Haji dari Jeddah:

  1. Hamlah dengan Tasreeh, Hamlah adalah istilah untuk Biro Perjalanan Haji, Tasreeh adalah Surat Ijin dari Pemerintah Saudi untuk melaksanakan ibadah Haji, biaya yang diperlukan berkisar 5000 s.d 9000 Riyal per orang.
  2. Hamlah tanpa Tasreeh (Surat Ijin Haji), biaya yang diperlukan bila melalui Biro Perjalanan Haji tanpa Tasreeh berkisar 3000 Riyal per orang.
  3. Back Packer alias Haji Koboi, ini adalah Haji mandiri, bisa dengan Tasreeh (Surat Ijin Haji) ataupun tanpa Tasreeh, pembuatan Tasreeh memerlukan biaya sekitar 2000 Riyal per orang. Bila tanpa tasreeh biasanya angkutan umum yang membawa kita akan mematok harga tinggi berkisar 700 Riyal untuk sekali jalan, hal ini karena para sopir tersebut juga bisa terkena sanksi dari bila kedapatan membawa jamaah Haji tanpa Tasreeh.

Bila berangkat dari Saudi Ritual Haji hanya dilaksanakan 5 hari (Haji Qiran), tanpa perjalanan ibadah ke Madinah.

Mulai tahun 2013 pemerintah Kerajaan Saudi memperketat pelaksanaan Haji, setiap Jamaah harus memiliki Tasreeh (Surat Ijin Haji), meskipun pada kenyataannya tetap ada juga yang berangkat tanpa Tasreeh. Pengaturan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan Jamaah Haji di Mekah, mengingat semakin banyak jumlah jamaah / semakin padat maka korban berdesak-desakan dan terinjak akan semakin banyak.

beberapa bulan atau minggu sebelum Haji pemerintah Saudi sudah mengumumkan himbauan atau peringatan melalui media massa dan sms broadcast yang berisi keharusan Jamaah Haji untuk berangkat menggunakan Tasreeh:


Expatriates adalah warga non-Saudi yang tinggal di Saudi.

hajj agency adalah hamlah atau biro perjalanan haji

Sebagai akibat dari himbauan / peringatan diatas adalah:
  1. 15,000 illegal Hajis barred (15000 jamaah tanpa tasreeh terhalang untuk masuk ke Mekah), silahkan baca beritanya di sini: http://www.arabnews.com/news/467412
  2. 974 Haj-bound expats arrested in Jeddah (974  jamaah Haji tertangkap di Jeddah), silahkan baca beritanya di sini: http://www.arabnews.com/news/467800

Catatan:
  1. kuota untuk Tasreeh (Surat Ijin Haji) sangat terbatas, tidak heran bila untuk mendapatkannya kita memerlukan biaya minimal 2000 Riyal.
  2. Keaslian Tasreeh dapat dicek secara online: http://eservices.haj.gov.sa/eservices3/haj/hajInquery.xhtml
  3. bila bukan orang Saudi biasanya tertarik untuk melaksanakan ibadah haji lebih dari satu kali mengingat ada kerabat yang mau di-badal Haji-kan, bebeda dengan orang asli Saudi yang kebanyakan hanya berangkat Haji 1 kali, karena mereka juga tidak perlu mem-badal Haji-kan kerabatnya.
  4. Penduduk Saudi (penduduk asli dan expatriate) diperbolehkan mengajukan Tasreeh (Surat Ijin Haji) satu kali dalam 5 tahun.
  5. kuota Haji untuk masing-masing Negara adalah 1/1000 (seper seribu) jumlah peduduknya.

Jumat, 27 September 2013

Jaringan Listrik

Di Indonesia voltase PLN yang digunakan untuk masyarakat umum adalah 220 Volt (kalau untuk perusahaan besar mungkin berbeda), berbeda dengan di Saudi gedung-gedung ataupun perumahan diberikan fasilitas jaringan listrik 220 Volt dan 110 Volt, keduanya disediakan. berikut tampilan colokan listrik/terminal listrik, biasanya akan diberi tulisan 110 dan 220 :

Colokan Listrik 110 V dan 220 V

Colokan Listrik 110 V dan 220 V

Sedangkan jenis-jenis colokan atau steker atau terminal listrik yang digunakan di sini (setidaknya ada 4 jenis):









berbeda dengan di Indonesia yang kebanyakan menggunakan tiang listrik dan kabel-kabel yang berjuntai untuk mendistribusikan listrik, di sini digunakan kabel-kabel yang ditanam di dalam tanah, jadi sepanjang kita lihat hanya tiang-tiang untuk lampu/penerangan jalan, tidak terdapat kabel-kabel yang berjuntai.



Catatan:
  1. bila anda berkunjung ke sini ada baiknya bawa serta adapter colokan listrik, ada juga yang multi fungsi, satu adapter bisa dipakai untuk berbagai jenis colokan listrik.
  2. bila dalam momen haji sebaiknya bawa T karena para jamaah akan berebut colokan listrik untuk men-charge hanphone atau handycam, lebih baik lagi bawa serta power bank/charger portabel.

Jumat, 06 September 2013

Gelandangan (Tuna Wisma) di Arab Saudi

Mungkin tidak ada satupun negara di dunia ini yang tidak terdapat gelandangan (tuna wisma) di dalamnya, tidak juga Arab Saudi. 

gelandangan yang tinggal di mobil (mobil buangan)


kok bisa negara minyak ini kan tergolong makmur?  eits.....ternyata kata temen, mereka itu bukan warga negara Saudi ...
Gelandangan itu dari Afrika, memang sepanjang yang ku lihat mereka adalah wanita dan anak kecil yang berkulit hitam, mereka pernah dideportasi (dipulangkan) ke negara asalnya oleh pemerintah Saudi. tetapi pemerintah dari negara asalnya meminta agar mereka tetap dibiarkan berada di Saudi...karena negara mereka dilanda kelaparan.
mungkin pikir mereka para gelandangan...lebih baik jadi gelandangan tapi bisa makan daripada tetap di negara asal mereka tetapi mengalami kelaparan....

catatan:
  • banyak mobil yang dibuang karena rusak/hanyut oleh banjir yang melanda tahun 2009 dan 2011, mungkin karena orang Saudi kaya-kaya, mereka milih beli lagi....selain itu juga ada yang dibuang setelah kecelakaan, misal menabrak sesuatu.
  • pada foto di atas, disebelah atas mobil (di atas tanah) yang warnanya colat-coklat itu adalah roti.
  • saya kurang tahu dari negara afrika yang mana mereka berasal.
  • gelandangan tersebut kebanyakan bekerja sebagai pemulung atau pengemis.
  • banyak dari gelandangan itu muslim, kadang ku lihat mereka sholat di atas trotoar atau di halaman rumah orang.
  • Tanah di sini tidak boleh dimiliki oleh warga negara asing, jadi perusahaan asing statusnya menyewa tanah atau bekerja sama dengan pemilik tanah.
  • Arab Saudi memberikan fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis bagi warganya.
  • ada temen saya yang sudah 19 tahun di sini (lahir gede di sini) tidak juga mendapatkan kewarga negaraan Saudi,


Kamis, 29 Agustus 2013

Warga Negara Asing di Jeddah - Arab Saudi

Jeddah adalah pintu (Pelabuhan dan Bandara) menuju Mekah ( + 1 jam perjalanan) dan Madinah (+ 4 jam perjalanan).


Jadi tidak heran jika banyak warga negara asing (expatriate) di sini, ada yang sekedar transit untuk ke Mekah atau Madinah, maupun yang bekerja di sini. 

di antara kota-kota yang ada di Saudi, jeddah adalah yang paling bebas, begitu banyaknya warga negara asing di sini, sampai-sampai temanku ada yang bilang, kalau di Jeddah seperti tidak sedang di Saudi.
di Jeddah orang-orang Asia selatan (India, Pakistan, Bangladesh) sangat mudah ditemui, kalo saya ibaratkan jumlah mereka seperti jumlah orang keturunan (china) di jakarta, mereka bekerja sebagai pedagang, sopir taksi, tukang bangunan, dll.

TKW/TKI paling banyak berada di Jeddah, termasuk di dalamnya pekerja ilegal (tidak hanya dari Indonesia), seorang teman berkata bagaimana mungkin pekerja ilegal masuk ke Saudi (Jeddah)? jawabannya karena di masa lalu mereka bisa menggunakan visa Umroh / Haji untuk masuk ke Saudi dan kemudian tidak pulang, mereka bekerja di sini. Jadi malah kebanyakan dari negara-negara mayoritas muslim.

di Jeddah juga banyak pekerja dari Filipina, mereka bisasanya bekerja di rumah sakit sebagai perawat, tapi kebanyakan mereka adalah pekerja legal, kenapa? karena mereka kemungkinan besar tidak akan menggunakan visa umroh untuk bekerja di sini,  kan negaranya mayoritas non muslim.

catatan:

  • Dari kejadian masa lalu banyak pekerja ilegal yang masuk ke Saudi menggunakan visa umroh, sehingga akibatnya saat ini sulit untuk mendapatkan sendiri visa umroh tanpa travel agent (umroh back paker).
  • Bila jumlah yang pulang (exit) kurang dari yang masuk (entry) ke Saudi maka otomatis ijin travel agent umroh/haji yang bersangkutan akan dicabut.
  • Tenaga kerja ilegal selain yang datang dengan visa umroh/haji, ada juga yang memang dulunya pekerja legal, tetapi masa kontraknya telah habis ataupun yang kabur (meninggalkan) majikannya (pindah majikan secara ilegal).

Makanan & Minuman Khas Arab Saudi

Pada saat saya mau berangkat ke Arab Saudi, ada orang yang bilang:
Di arab cuacanya panas, makannya daging onta seratnya gede-gede, ama harus tahan makan roti !!
setelah saya nyampe di sini (Jeddah) ternyata cuacanya tidak selalu panas: silahkan lihat di sini, dan makanan seperti nasi/beras pun ternyata mudah didapat, daging ayam juga mudah didapat dengan harga yang wajar. Kalau mau makanan khas Indonesia anda bisa pergi ke toko Indonesia, makanan seperti tempe dan tahu juga tersedia di sana tetapi dengan harga yang lebih mahal dibanding di Indonesia.

Berikut beberapa kuliner / makanan dan minuman khas Saudi (Jeddah) :

Laban, rasanya seperti susu basi, sebenarnya laban adalah yougurt, hanya saja tidak seperti yougurt yang kita minum, diberi perasa buah dan rasanya segar. Laban rasanya asam seperti susu basi. kalau anda ingin membeli susu (halib = حلب ) jangan salah memilih laban ( لبن ), karena biasanya halib dan laban bentuk kemasannya sama, hanya warna kemasannya yang berbeda.

Laban (ada berbagai macam merk)


Daging onta, rasa dan bentuknya mirip daging sapi, hanya saja seratnya lebih besar.

Daging Onta.

Susu Onta, rasanya seperti susu sapi, tetapi biasanya saat pertama kali anda minum, saat anda kebelakang akan diare, tetapi setelah kedua, ketiga dan seterusnya tidak diare.

Susu Onta


Kurma dan Qahwa, anda kemungkinan besar sudah pernah makan kurma, kurma yang sangat manis sangat cocok bila di santap dengan qahwa, qahwa ada yang menyebutnya kopi turki, kopi khas sini yang disajikan tanpa gula, jadi rasanya pahit, pas dengan kurma yang rasanya manis.
Kurma dan Qahwa

Ruthob, yaitu kurma yang masih muda, belum menghitam, rasanya sepet2-manis, ruthob hanya tersedia di musim panas, karena kurma hanya berbuah sekali dalam setahun, yaitu di musim panas.

Ruthob (hijau, merah, kuning)

Ruthob kuning (favorit saya), 
setengahnya sudah masak (coklat dan lunak), 

Tamis, roti kering yang ukurannya besar, harganya murah 2 Riyal, dimakan 2 orang juga belum tentu habis.

Tamis

Tin (buah tin)

Tin (buah)


Shawarma, merupakan sandwichnya timur tengah.

Shawarma

Mempersiapkan daging panggang shawarma, untuk isiannya


Sandwich, roti isi, biasanya di isi kentang, sayur, dll,

Sandwich




Al-Baik fast food paling terkenal di Jeddah dan Mekah, harganya cenderung lebih murah dibanding fast food yang lain, menunya sih mirip2: kentang goreng, roti, ayam goreng, fillet ikan, dll,


Rabu, 28 Agustus 2013

Bahasa Resmi (Fusha) dan Percakapan (Amiyah) di Arab Saudi

Bahasa Arab adalah bahasa resmi yang digunakan oleh beberapa negara di timur tengah termasuk Saudi, beberapa hal menarik tentang bahasa arab:

Bahasa Arab terbagi menjadi bahasa resmi (fusha), bahasa yang digunakan dalam forum resmi, Al-Qur'an maupun Hadits, selain itu juga ada bahasa percakapan (amiyah), bahasa amiyah di daerah teluk bisa beraneka ragam.

beberapa merk (brand) terkenal yang sudah akan menggunakan bahasa arab (arabisasi):

Al Andalus Mall

Bibsi (Pepsi)

Karfur (Carefour)

Kuka Kula (Coca-Cola)

Indumi (Indomie)

Dajaj Kantaki (KFC)

Makdunaldz (Mcdonald)

Samsunj (Samsung)

Bila bahasa Arab kita tidak fasih kadang-kadang kita lebih baik menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan, kalau pakai bahasa Inggris mungkin kita akan dikiria orang Filipina. Pekerja Filipina di sini lebih disegani daripada TKI, mungkin karena banyak TKI ilegal di sini. Aneh memang pakai bahasa Inggris kok malah lebih dihormati...tapi sekali lagi itu kalo bahasa Arab kita tidak fasih, kalo fasih (amiyah dan fusha) baik juga digunakan.

Di daerah sekitar Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Medinah) anda akan banyak bertemu dengan penjual/pedagang yang bisa bahasa Indonesia, mengingat banyak Jamaah Umroh atau Haji yang berasal dari Indonesia. Kemampuan bahasa Indonesia bagi para pedagang ini, terutama dalam hal bilangan (angka) akan sangat membantu dalam proses transaksi jual-beli.