Kamis, 29 Agustus 2013

Makanan & Minuman Khas Arab Saudi

Pada saat saya mau berangkat ke Arab Saudi, ada orang yang bilang:
Di arab cuacanya panas, makannya daging onta seratnya gede-gede, ama harus tahan makan roti !!
setelah saya nyampe di sini (Jeddah) ternyata cuacanya tidak selalu panas: silahkan lihat di sini, dan makanan seperti nasi/beras pun ternyata mudah didapat, daging ayam juga mudah didapat dengan harga yang wajar. Kalau mau makanan khas Indonesia anda bisa pergi ke toko Indonesia, makanan seperti tempe dan tahu juga tersedia di sana tetapi dengan harga yang lebih mahal dibanding di Indonesia.

Berikut beberapa kuliner / makanan dan minuman khas Saudi (Jeddah) :

Laban, rasanya seperti susu basi, sebenarnya laban adalah yougurt, hanya saja tidak seperti yougurt yang kita minum, diberi perasa buah dan rasanya segar. Laban rasanya asam seperti susu basi. kalau anda ingin membeli susu (halib = حلب ) jangan salah memilih laban ( لبن ), karena biasanya halib dan laban bentuk kemasannya sama, hanya warna kemasannya yang berbeda.

Laban (ada berbagai macam merk)


Daging onta, rasa dan bentuknya mirip daging sapi, hanya saja seratnya lebih besar.

Daging Onta.

Susu Onta, rasanya seperti susu sapi, tetapi biasanya saat pertama kali anda minum, saat anda kebelakang akan diare, tetapi setelah kedua, ketiga dan seterusnya tidak diare.

Susu Onta


Kurma dan Qahwa, anda kemungkinan besar sudah pernah makan kurma, kurma yang sangat manis sangat cocok bila di santap dengan qahwa, qahwa ada yang menyebutnya kopi turki, kopi khas sini yang disajikan tanpa gula, jadi rasanya pahit, pas dengan kurma yang rasanya manis.
Kurma dan Qahwa

Ruthob, yaitu kurma yang masih muda, belum menghitam, rasanya sepet2-manis, ruthob hanya tersedia di musim panas, karena kurma hanya berbuah sekali dalam setahun, yaitu di musim panas.

Ruthob (hijau, merah, kuning)

Ruthob kuning (favorit saya), 
setengahnya sudah masak (coklat dan lunak), 

Tamis, roti kering yang ukurannya besar, harganya murah 2 Riyal, dimakan 2 orang juga belum tentu habis.

Tamis

Tin (buah tin)

Tin (buah)


Shawarma, merupakan sandwichnya timur tengah.

Shawarma

Mempersiapkan daging panggang shawarma, untuk isiannya


Sandwich, roti isi, biasanya di isi kentang, sayur, dll,

Sandwich




Al-Baik fast food paling terkenal di Jeddah dan Mekah, harganya cenderung lebih murah dibanding fast food yang lain, menunya sih mirip2: kentang goreng, roti, ayam goreng, fillet ikan, dll,


Rabu, 28 Agustus 2013

Bahasa Resmi (Fusha) dan Percakapan (Amiyah) di Arab Saudi

Bahasa Arab adalah bahasa resmi yang digunakan oleh beberapa negara di timur tengah termasuk Saudi, beberapa hal menarik tentang bahasa arab:

Bahasa Arab terbagi menjadi bahasa resmi (fusha), bahasa yang digunakan dalam forum resmi, Al-Qur'an maupun Hadits, selain itu juga ada bahasa percakapan (amiyah), bahasa amiyah di daerah teluk bisa beraneka ragam.

beberapa merk (brand) terkenal yang sudah akan menggunakan bahasa arab (arabisasi):

Al Andalus Mall

Bibsi (Pepsi)

Karfur (Carefour)

Kuka Kula (Coca-Cola)

Indumi (Indomie)

Dajaj Kantaki (KFC)

Makdunaldz (Mcdonald)

Samsunj (Samsung)

Bila bahasa Arab kita tidak fasih kadang-kadang kita lebih baik menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan, kalau pakai bahasa Inggris mungkin kita akan dikiria orang Filipina. Pekerja Filipina di sini lebih disegani daripada TKI, mungkin karena banyak TKI ilegal di sini. Aneh memang pakai bahasa Inggris kok malah lebih dihormati...tapi sekali lagi itu kalo bahasa Arab kita tidak fasih, kalo fasih (amiyah dan fusha) baik juga digunakan.

Di daerah sekitar Masjidil Haram (Mekah) dan Masjid Nabawi (Medinah) anda akan banyak bertemu dengan penjual/pedagang yang bisa bahasa Indonesia, mengingat banyak Jamaah Umroh atau Haji yang berasal dari Indonesia. Kemampuan bahasa Indonesia bagi para pedagang ini, terutama dalam hal bilangan (angka) akan sangat membantu dalam proses transaksi jual-beli.

Senin, 26 Agustus 2013

Burung Merpati Liar di Jeddah, Mekah dan Medinah

Bila anda berkunjung ke Jeddah, Mekah, ataupun Madinah, kemungkinan besar anda akan menjumpai burung merpati liar, pertama kali saya ke sini heran kok nggak ada orang yang nangkep? kemudian dimakan dagingnya?... kalaupun orang arab nggak doyan, kan banyak orang asing di sini (termasuk para TKI dari Indonesia).


Akhirnya pertanyaan itu pun terjawab, denger cerita dari seorang TKI :
"Saya pernah tuh nangkep burung merpati, tetapi aneh, setelah lama saya rebus dagingnya, udah lama saya rebus, kok dagingnya tetep aja alot, padahal saya sudah pilih merpati yang muda, setelah itu saya tidak pernah lagi nyoba nangkep dan motong merpati liar itu, mungkin kalo yang warna bulunya putih lain...."
Mungkin hampir semua merpati liar yang ada di sini bulunya berwarna hitam, saya juga tidak tahu pasti apakah beda daging burung merpati yang berwarna hitam dengan yang berwarna putih.

Merpati Liar di Mekah


Merpati Liar di Madinah

Minggu, 25 Agustus 2013

Mata Uang SAR (Saudi Arabian Riyal)

Seperti kita ketahui bersama mata uang Indonesia (Rupiah) berbeda dengan mata uang Arab Saudi (Riyal), tetapi ada hal lain yang ingin saya ceritakan di sini mengenai perbedaannya:

Nilai tukar Riyal (SAR) dipatok tetap terhadap dollar (USD) sejak 30 tahun silam, 1 USD = 3,75 SAR, berbeda dengan Rupiah (IDR) yang tidak dipatok tetap terhadap USD.

Nilai mata uang Riyal lebih besar, 1 SAR = 2500 IDR (tergantung fluktuasi kurs), jadi pada prinsipnya jika kurs IDR ke USD berubah maka otomatis kurs IDR ke SAR juga berubah.

perbedaan lainnya inflasi SAR sangat rendah, dan  juga jika anda menyimpan uang SAR di bank-bank Saudi anda tidak akan mendapatkan bunga, selain itu tabungan anda juga tidak akan dikurangi misalnya oleh biaya operasional bank.

Nominal mata uang kertas SAR terbesar adalah 500 dan nominal terkecil berupa Halala (koin), 1 SAR = 100 Halala.



sedangkan mata uang kertas terbesar IDR adalah 100 ribu, pernah teman saya di sini sampai ketawa ketika saya tunjukkan uang 100 ribu Rupiah...."wow banyak banget"......saya kadang bercanda kalo ditanya harga barang misalnya ..."how much is your netbook?" ku jawab "two point five million"... mereka sampe melongo...dan kemudian tersenyum ketika saya jelaskan nilai kursnya.


Nominal satu Riyal

pada nominal 1 Riyal (gambar atas) bila kita perhatikan pada bagian tengah terdapat tulisan:

tulisan "Laa ilaha illa Allah, Wahdahu la Syarikalah", tulisan ini membuat saya kadang kurang nyaman untuk meletakkan uang ini (satu Riyal) di dompet, kemudian dompet ditaruh di saku belakang celana, kan jadi di dudukin itu uang (tulisan), beda dengan baju arab (thoub) yang sakunya terletak di samping, jadi dompetnya tidak akan didudukin kalo lagi duduk.

Jumat, 26 Juli 2013

Pakan Kambing (Sisa Roti) di Arab Saudi

Bila di Indonesia kambing biasanya makan rumput / daun pohon....

di Saudi kambing diberi makan sisa roti yang tidak dimakan manusia, mungkin karena susah cari rumput untuk pakan ternak.

seperti terlihat dalam foto di bawah, roti-roti sisa tersebut dijemur, mungkin biar tidak jamuran, setelah kering dimasukkan ke dalam karung, kemudian dikirim (dijual) ke peternak kambing.



harga roti di sini tergolong murah, yg bulet (gede) itu 3 biji harganya 1 riyal, yang panjang-panjang itu 6 biji harganya 1 riyal, 1 riyal = +  Rp 2500, kalau sudah dikeringkan untuk pakan ternak saya kurang tau harganya...yang pasti lebih murah...




Senin, 15 Juli 2013

Beda 4 Jam (Arab dan Indonesia Barat)

Sesuai zona waktu, Jakarta (WIB) berbeda 4 jam dengan Jeddah (Arab Saudi). Misalnya Jakarta jam 3 sore maka di Jeddah jam 11.00 pagi, begitu juga dengan Mekah dan Madinah.

Arab Saudi hanya menggunakan satu zona waktu, jadi Jam-nya sama di Jeddah ataupun di kota lain seperti Riyadh, Mekah, Medinah, Dammam. Berbeda dengan Indonesia yang mengunakan 3 zona waktu yaitu barat (WIB), tengah (WITA), timur (WITA)

kalau di bulan lain sepertinya perbedaan waktu itu hal biasa, tetapi di bulan Ramadhan ini perbedaan itu lebih terasa, mengapa? berhubung saya nontonnya juga TV Indonesia maka saya akan melihat azan maghrib pada jam 2 siang (kan di Jakarta sudah sekitar jam 6 sore).



Saya jadi inget cerita tentang orang yang memiliki kemampuan luar biasa yang selalu jum'atan di mekah (orangnya tinggal di indonesia dan orang itu pergi ke mekah hanya dalam sekejap mata,tanpa menggunakan kendaraan apapun)  :

A : kok tadi waktu jum'atan tidak kelihatan di masjid?
B : ooo...saya tadi jum'atan di mekah.
A:  lho kan ini masih jam 3 sore ? kan di mekah masih jam 11.00 jadi belum mulai jum'atannya?
B:  ^*!&%?

Catatan: ya kalo ceritanya jam 5 sore ceritanya lebih masuk akal, sebab di mekah sudah jam 13.00.

Rabu, 10 Juli 2013

Kerajaan dan Republik

Berbeda dengan Indonesia yang menggunakan sistem demokrasi. Arab Saudi menggunakan sistem pemerintahan kerajaan.

Namun ada hal yang membedakan Kerajaan Arab Saudi dengan kerjaan pada umumnya, bahwa Raja setelah Ibn Saud, seluruhnya adalah anak dari Ibn Saud, maksud saya biasanya Raja berikutnya (Putra Mahkota) adalah keturunan selanjutnya setelah Raja yang berkuasa. Dalam tabel berikut terlihat jelas bahwa Raja Saud, Faisal, Khalid, Fahd, Abdullah adalah putra dari Ibn Saud. Jadi Raja khalid bukanlah putra dari Raja Faisal atau Raja terakhir Raja Abdullah bukanlah putra dari Raja Fahd, tetapi mereka adalah saudara satu Ayah.

Nama Masa hidup Naik takhta Turun takhta Catatan Keluarga Foto
Ibn Saud
ابن سعود
26 November 1876 – 9 November 1953 (umur 76) 22 September 1932 9 November 1953 Saud Ibn Saud of Saudi Arabia
Saud
سعود
12 Januari 1902 – 23 Februari 1969 (umur 67) 9 November 1953 2 November 1964
(digulingkan)
Putra Ibn Saud dan Wadhah bint Muhammad bin 'Aqab Saud Saud of Saudi Arabia
Faisal
فيصل
April 1906 – 25 March 1975
(aged 69)
2 November 1964 25 Maret 1975
(dibunuh)
Putra Ibn Saud dan Tarfa bint Abduallah bin Abdulateef al Sheekh Saud Faisal of Saudi Arabia
Khalid
خالد
13 Februari 1913 – 13 Juni 1982 (umur 69) 25 Maret 1975 13 Juni 1982 Putra Ibn Saud dan Al Jawhara bint Musaed bin Jiluwi Saud Khalid of Saudi Arabia
Fahd
فهد
16 Maret 1921 – 1 Agustus 2005 (umur 84) 13 Juni 1982 1 Agustus 2005 Putra Ibn Saud dan Hassa bint Ahmed Al Sudairi Saud Fahd of Saudi Arabia
Abdullah
عبدالله
1 Agustus 1924 (umur 88) 1 Agustus 2005 Petahana Putra Ibn Saud dan Fahda bint Asi Al Shuraim Saud Abdullah of Saudi Arabia

Saudi memiliki Dewan yang bertugas menjamin transisi yang baik bila Raja dan atau Putra Mahkota berhalangan, termasuk juga dalam memilih Putra Mahkota, kriterianya adalah:
  1. Dukungan dari keluarga Al Saud
  2. Penguasaan dalam pemerintahan
  3. Afiliasi suku dan asal-usul ibu kandidat
  4. kepribadian (religius)
  5. Penerimaan oleh Ulama
  6. Dukungan oleh komunitas pengusaha
  7. Popularitas di kalangan warga Saudi umum.
Dewan juga memiliki wewenang untuk mengganti Raja yang berkuasa  dengan alasan kesehatan.

Senin, 08 Juli 2013

Harga Bensin di Saudi Sangat Murah

Sesuatu yang berbeda dan sudah dapat diduga adalah perbedaan harga bensin antara Indonesia dan  Saudi Arabia. Harga bensin di Indonesia adalah Rp 6500 per liter.


Sedangkan harga bensin di Saudi adalah setengah riyal per liter atau Rp 1250 per liter (kurs 1 Riyal = Rp 2500).


Hal yang perlu dicatat bahwa Rp 1250 per liter itu untuk bensin oktan 95, yang disebut sebagai Pertamax Plus, sedangkan untuk oktan 91 harganya sedikit lebih murah.

Beberapa angka oktan untuk bahan bakar (wikipedia):
87 → Bensin standar di Amerika Serikat
88 → Bensin tanpa timbal Premium
91 → Bensin standar di Eropa, Pertamax
92 → Bensin standar di Taiwan
91 → Pertamax
95 → Pertamax Plus

Senin, 01 Juli 2013

Perbedaan Pohon Kurma dan Kelapa

Dulu saya mengira bahwa pohon kurma sama seperti pohon kelapa, maksud saya pohon kurma akan berbuah sepanjang tahun, ternyata anggapan saya salah. Pohon kurma hanya  berbuah sekali dalam setahun yaitu pada musim panas. Semakin panas cuaca musim panas pada suatu daerah (gurun) maka kurma yang dihasilkan akan semakin bagus.

berbeda dengan pohon kurma pohon kelapa yang tumbuh di sini sangat sulit untuk berbuah. Semua pohon kelapa yang tumbuh di kampus saya tidak ada yang berbuah, biasanya hanya akan muncul kelapa kecil (bluluk istilah jawanya) kemudian kelapa kecil itu akan rontok.

hal sebaliknya saya temui di Indonesia. beberapa kali saya lihat pohon kurma di Indonesia tetapi tidak ada yang berbuah.

Pohon Kelapa


Pohon Kelapa tidak berbuah


Pohon Kurma yang berbuah di musim panas, sesuatu yang unik dari pohon kurma adalah pelepahnya tidak akan lepas dari batang pohon jika daunnya telah menguning/ kering. Pelepah yang menempel di batang pohon perlu dipotong/ dirapikan agar batangnya terlihat rapi, berbeda dengan pohon kelapa yang seluruh pelepahnya akan ikut jatuh saat daunnya kuning/ kering

Pohon kurma


Kamis, 13 Juni 2013

Kalender Hijriah dan Masehi

Sebagian besar negara di dunia (termasuk Indonesia) menggunakan kalender masehi yang berdasarkan revolusi bumi terhadap matahari.....sebenernya dasar-nya akan gampang dihitung/dirasakan bagi negara2 yang mengalami 4 musim.

berbeda halnya dengan Saudi yang lebih dominan menggunaan kalender Hijriah, sebenernya kalo dipikir kan lebih enak pakai hijriah, kenapa?? gajiannya sedikit lebih cepat :)) ....lha terpaut 11 hari dalam setahun (12 hari bila kabisat)...kan 1 hari lebih cepat tuh gajiannya (buat yang gajinya bulanan).

kalo dipikir-pikir  :

  1. Kalender masehi lebih banyak 11 hari dibanding kalender hijriah, jadi bila sekarang puasa/haji pas musim panas...bisa juga nanti jatuh di musim gugur, dingin, atau semi.....perputarannya adalah 365 hari dibagi 11 hari = 33 tahun ...kira-kira setiap 33 tahun siklusnya akan kembali ke titik semula (musim semula)...ini kerasa banget bagi yang ngalami 4 musim.....kalo puasa pas summer...siang/puasanya panjang....klo winter siang/puasanya sebentar
  2. penentuan 1 syawal dan 1 ramadhan yang kadang-kadang muncul 2 versi....yang bisa membuat orang kadang lebih memilih menggunakan kalender masehi untuk agenda.... kan bisa gak ketemu tuh klo orang janjian ketemu tanggal 20 syawal (gak bilang hari apa)...sementara keduanya menggunakan hari yang berbeda untuk tanggal 1 syawalnya.
  3. kalender hijriah di-refresh setiap bulan (tanggal 1)...jadi perbedaan versi tanggal 1 syawal dan 1 ramadhan ..sangat mungkin tidak memberikan efek perbedaan penentuan tanggal 1 pada bulan-bulan berikutnya...apalagi kan tidak ada puasa ramadhan-nya....